Masyarakat Bufferzone Menggugat PKT Menjawab

Gravatar Image
  • Whatsapp

Bontang, LiraNews  – PT Pupuk Kalimantan Timur membantah tudingan bahwa alokasi dana CSR yang telah digelontorkan pihaknya selama ini dinilai tidak transparan.

VP Komunikasi Korporat PKT, Tommy  Johan Agusta mengungkapkan, sebagai perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang, perusahaannya selalu berkomitmen untuk meningkatkan produktifitas masyarakat Bufferzone.

Sebagai perwujudan komitmen itu, PKT rutin membuat laporan tahunan yang dapat diakses lewat laman web resmi perusahaan.

“Setiap tahunnya, program-program ini dijalankan secara konsisten ke semua lapisan masyarakat,” papar Tommy, saat menggelar Konfrensi Pers usai aksi unjukrasa Masyarakat Bufferzone Menggugat, Kamis (30/6/2022) di Hotel Equator.

Lebih lanjut dia menyebut, PKT konsen pada tiga aspek utama, yaitu pemberdayaan sosial
(pendidikan dan kesehatan), ekonomi, dan pelestarian lingkungan, hingga penciptaan manfaat
bersama dengan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Dari sisi lingkungan, kami telah mengelola dan mereduksi limbah dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kesehatan,” terangnya.

Dari sisi sosial dan kemasyarakatan, PKT secara proaktif membantu masyarakat terdampak Covid. Mulai dari penyediaan fasilitas ambulance dan Klinik Sehat Dhuafa di Loktuan.

“Sedangkan di bidang ekonomi, PKT juga fokus memberikan fasilitas untuk kemandirian usaha masyarakat. Usaha tanaman obat yang dikelola Makrifah Herbal, Guntung Eco Culture Spot Tourism, LPK Sufi Training, dan masih banyak lagi,” sebutnya.

Dia meyakini, program-program ini nyatanya mampu membuahkan hasil yang baik.

Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Bufferzone Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di Monumen Pengabdian PT Pupuk Kalimantan Timur, Kamis (30/6/2022).

Aksi ini merupakan buntut dari ketidakpuasan masyarakat yang belum mendapat perhatian dan respons dari perusahaan. Adapun tuntutan yang mereka minta adalah transparansi terhadap alokasi Dana CSR PT Pupuk Kaltim yang dinilai lebih banyak digelontorkan ke luar daerah. Masyarakat menuntut agar alokasi dana CSR tersebut lebih banyak diberikan untuk masyarakat sekitar, mengingat mereka adalah kelompok masyarakat yang terdampak secara langsung dan paling rentan terhadap resiko Industri Petrokimia di wilayah itu.

Terpisah Amin Deny Muspa, Camat LIRA Bontang Utara dapat memaklumi aksi yang dilakukan oleh masyarakat Bufferzone tersebut, sebagai warga Loktuan ia juga merasakan apa yang telah mereka rasakan. Oleh karenanya ia mendukung aksi demonstrasi tersebut dengan catatan harus dilakukan secara damai dan tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat, terlebih jika PKT telah memberikan ruang dialog yang cukup sebelum aksi tersebut dilakukan, namun demikian ia berharap PKT sebagai perusahaan besar yang beroperasi di Bontang dapat memberikan respons yang bijak, karena sinergi positif yang terjalin antara perusahaan PKT dengan masyarakat sekitar (Bufferzone) selama ini sudah terjalin dengan sangat baik dan saling menguntungkan, jika ada sedikit perbedaan pandangan dalam sebuah hubungan yang panjang adalah hal yang biasa, demikian pungkasnya (Eko/LN/Kaltim)

 

 

Related posts